Senin, 25 Maret 2013

KELOMPOK REMAJA MASJID BAITUL QOHAR JOMBANG by Pahlawanita



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial dimana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Kecenderungan manusia tersebut berdampak positif sehingga muncul adanya kelompok sosial yang didalamnya terdiri atas individu-individu yang berbeda akan tetapi mempunyai beberapa kesamaaan yang menyebabkan mereka mengelompok bahkan menjadi salah satu dari anggota kelompok sosial. Hal ini terbukti karena hampir semua manusia pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yanag dinamakan keluarga (Soekanto, 2012: 103).
Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau yang saling berkomunikasi (Huky, 1982:97). Dimana interaksi dan komunikasi antar individu-individu ini akan berlangsung terus menerus. Komunikasi dan interaksi merupakan unsur pokok kelompok dan harus bersifat timbal balik. Kemudian menimbulkan berbagai kesamaan-kesamaan diantara individu-individu tersebut. Maka timbulah kecenderungan untuk bersatu dan menjadi bagian dari suatu kelompok sosial.
Jika  lingkungan keluarga individu pertama kalinya menjadi bagian dari suatu kelompok sosial. Maka diluar lingkungan keluarga, yakni di lingkungan masyarakat banyak sekali macam-macam kelompok sosial. Diantaranya, remaja masjid, karang taruna, PKK, dsb. Remaja masjid merupakan dari salah satu bentuk kelompok sosial yang keberadaannya ada di sekitar kita, bahkan kita secara tidak langsung terlibat didalamnya.



1.2  Rumusan Masalah
1)      Bagaimana konsep remaja masjid sebagai kelompok sosial?
2)      Bagaimana ciri-ciri remaja masjid sebagai kelompok sosial?
3)      Bagaimana remaja masjid di dalam masyarakat?
1.3  Tujuan
1)      Untuk memaparkan konsep remaja masjid sebagai kelompok sosial.
2)      Untuk menjelaskan ciri-ciri remaja masjid sebagai kelompok sosial.
3)      Untuk memaparkan remaja masjid di dalam masjid.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Remaja Masjid sebagai Kelompok Sosial
Manusia  didalam hidupnya butuh hidup bersama dengan orang lain, dengan begitu akan menjadikan manusia menjadi manusiawi (Philipus, 2009: 46). Kelompok sosial ada karena ada peran masyarakat didalamnya. Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakatlah yang menciptakan kelompok sosial sekaligus pelaku aktif terjadinya kelompok sosial.
Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong (Eko, 2012). Di dalam kelompok sosial selalu terjadi  interaksi antar anggotanya. Interaksi-interaksi tersebut timbul karena adanya kesamaan-kesamaan diantara mereka. Kesamaan-kesamaan tersebut antara lain: adanya persamaan nasib, tujuan yang sama, ideologi yang sama, musuh yang sama, dan suku bangsa yang sama. Dengan salah satu kesamaan tersebut suatu kelompok sosial akan berlangsung cukup lama karena adanya interaksi timbal balik dan relasi diantara anggotanya. Dengan kata lain kelompok sosial akan berakhir apabila tidak adanya interaksii, komunikasi bahkan relasi diantara anggota suatu kelompok.
Kelompok sosial berbeda dengan interaksi sosial. Akan tetapi, interaksi sosial selalu ada dalam bagian proses kelompok sosial. Kelompok sosial merupakan sesuatu yang sangat kompleks, karena pada saat waktu bersamaan seorang individu dapat menjadi bagian dari anggota dari beberapa kelompok sosial. Sebagai contoh, individu telah menjadi bagian dari anggota kelompok pengguna hijab di kampus melainkan di lingkungan rumah seorang individu tersebut juga menjadi bagian pula dari anggota remaja masjid.




2.2 Ciri-Ciri Remaja Masjid sebagai Kelompok Sosial
Suatu kelompok akan bisa disebut sebagai kelompok sosial apabila mempunyai ciri-ciri yang menandakan bahwa kelompok tersebut merupakan kelompok sosial. Secara umum, kelompok sosial mempunyai ciri-ciri: adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan, bersistem dan berproses, berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku, adanya hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya. Serta adanya suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antar mereka bertambah erat yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama (Soekanto, 2012:101).
Seperti yang dicirikan kelompok sosial secara umum, remaja masjid juga mempunyai ciri-ciri yang menandakan dimana remaja masjid dikatakan sebagai kelompok sosial. Remaja masjid dikatakan sebagai kelompok sosial karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1)                  Adanya interaksi antar anggota remaja masjid. Sebagaimana yang telah diketahui interaksi merupakan komponen penting didalam kelompok sosial. Dengan adanya interaksi antar anggota remas maka kelompok sosial akan berjalan terus. Sebaliknya jika tidak adanya interkasi maka remas tidak bisa dikatakan sebagai kelompok sosial. Interaksi antar anggota remaja masjid terjadi tidak hanya pada saat kegiatan berlangsung di masjid dengan membicarakan kegiatan remas ataupun program kerja anggota remas akan tetapi interaksi ini terjadi juga di luar kegiatan. interaksi diluar kegiatan di masjid yakni anggota remas biasanya membahas tentang pendidikan, IPTEK, dsb. Interaksi ini berlangsung terus menenerus sehingga dapat terjalin hubungan yang sangat erat kekerabatannya diantara masing-masing anggota remaja masjid.
2)                  Adanya kesadaran bahwa bahwa dia merupakan bagian dari anggota remaja masjid. Setiap anggota mempunyai tanggung jawab masing-masing sesuai dengan posisinya di dalam remas. Antar anggota satu dengan yang lain harus sadar bahwa keterkaitan antar anggota satu dengan yang lain itu sangat penting. Dimana dengan contoh ketua remas mengingatkan sekertaris untuk mencatat semua jadwal kegiatan remas yang akan dilakukan.
3)                  Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai perilaku di dalam remas yaitu remas terdiri dari ketua, wakil, sekertaris, bendahara beserta anggota-anggota lain yang mempunyai tanggung jawab sendiri sesuai jabatan yang ada di dalam remas. Dimana jabatan didalam remas tersebut menentukan sikap dan perilaku di dalam kegiatan remas. Sebagaimana contoh, bendahara bertugas mengatur keluar masuknya uang di dalam kegiatan remas serta melaporkan kondisi keuangan kepada ketua remas dan anggota remas lain.
4)                  Bersistem dan berproses. Setiap kelompok sosial tentunya mempunyai sistem yang dianut oleh setiap anggotanya. Dimana remas Baitul Qohar ini mempunyai sistem yang berlandaskan nilai-nilai Islam didalam kegiatannya. Sistem tersebut tentunya harus dipatuhi oleh semua anggota remas. Sedangkan berproses didalam remas Baitul Qohar, yakni berproses  di dalam kegiatan yang akan dilakukan. Dimana kegiatan yang sebelumnya merupakan usul dari salah satu anggota kemudian dilaksakan melalui tahap-tahap dilaksanakannya kegiatan tersebut.
2.3 Remaja Masjid di dalam Masyarakat
Salah satu bentuk suatu kelompok sosial adalah remaja masjid. Dimana remaja masjid keberadaannya tidak jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu masyarakat merupakan objek sekaligus subjek dari kegiatan remaja masjid. Seperti yang kita ketahui remaja masjid merupakan  wadah perkumpulan remaja muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas kegiatannya (Hudzaifah, 2010). Remaja masjid merupakan kegiatan remaja yang sangat baik karena dapat memperoleh lingkungan yang islami serta dapat mengembangkan kreatitivitas.
Remaja masjid Baitul Qohar di Pulo Kalimalang Jombang ini mempunyai suatu program kerja yang dimana program ini disusun setiap tahunnya. Program kerja tersebut antara lain:
1. Administrasi dan Kesekretariatan.
2. Keuangan.
3. Pembinaan Anggota.
4. Perpustakaan dan Informasi.
5. Kesejahteraan Umat.
6. Kewanitaan.
Setelah menyusun program kerja, remaja masjid Baitul Qohar tentunya juga memiliki tujuan yakni peningkatan kualitas. Peningkatan kualitas yang dimaksud adalah untuk meningkatkan keimanan, keilmuan dan amal shalih mereka. Hal itu dilakukan dengan melakukan proses kaderisasi yang dilakukan secara serius, sistimatis dan berkelanjutan, melalui jalur: pelatihaan, kepengurusan, kepanitiaan dan aktivitas . Dalam proses perkaderan dilakukan upaya-upaya penanaman nilai-nilai, akhlak, intelektualitas, profesionalisme, moralitas dan integritas Islam. Sehingga diperoleh kader ideal Remaja Masjid yang memiliki profil : remaja muslim yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia yang mampu beramal shalih secara profesional serta memiliki fikrah Islam yang komprehensif.











BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kelompok sosial ada karena ada peran masyarakat didalamnya. Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakatlah yang menciptakan kelompok sosial sekaligus pelaku aktif terjadinya kelompok sosial. Kelompok sosial merupakan sesuatu yang sangat kompleks, karena pada saat waktu bersamaan seorang individu dapat menjadi bagian dari anggota dari beberapa kelompok sosial.
Seperti yang dicirikan kelompok sosial secara umum, remaja masjid juga mempunyai ciri-ciri yang menandakan dimana remaja masjid dikatakan sebagai kelompok sosial. Remaja masjid dikatakan sebagai kelompok sosial karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: adanya interaksi antar anggota remaja masjid, adanya kesadaran bahwa bahwa dia merupakan bagian dari anggota remaja masjid, berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku, serta bersistem dan berproses.
Remaja masjid keberadaannya tidak jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu masyarakat merupakan objek sekaligus subjek dari kegiatan remaja masjid. Remaja masjid Baitul Qohar di Pulo Kalimalang Jombang ini mempunyai suatu program kerja yang dimana program ini disusun setiap tahunnya. Setelah menyusun program kerja, remaja masjid Baitul Qohar tentunya juga memiliki tujuan yakni peningkatan kualitas.
3.2 Saran
Dengan dibuatnya makalah ini, pembaca diharapkan teliti dalam mengidentifikasi kelompok sosial yang keberadaannya dekat dengan kita. Dimana menjadi bagian dari suatu kelompok sosial memberikan dampak yang sangat positif bagi setiap anggotanya.


DAFTAR RUJUKAN
Eko, 2012. Kelompok Sosial. (Online), (http://ekofoundation.wordpress.com/2012/05/25/kelompok-sosial-3/), diakses 22 Maret 2013.
Gerungan, W.A. 2004. Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Hudzaifah, 2010. Organisasi Remaja Masjid. (Online), (http://berjamaah.com/organisasi-remaja-masjid.html/trackback), diakses 22 Maret 2013.
Huky, Wila. 1982. Pengantar Sosiologi. Surabaya: Usaha Nasional.
Philipus, Ng. 2009. Sosiologi dan Politik. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar